Beranda » Harga Tiket » Harga Tiket Masuk Pura Tirta Empul Tampak Siring Bali 2022
Harga Tiket Masuk Pura Tirta Empul Tampak Siring Bali

Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul selain sebagai tempat ibadah bagi umat Hindu, juga dijadikan sebagai salah satu tempat wisata yang menjadi destinasi wisata wajib ketika berliburan di Bali.

Tempat ini juga terdapat sebuah pemandian suci yang memiliki sejarah unik dan sekarang dipercaya sebagai tempat melukat dan membersihkan segala kotoran yang melekat pada tubuh rohani kita.

Lokasi & Jam Buka Pura Tirta Empul

Pura ini terletak tepat di bawah Istana Kepresidenan Tampaksiring. Dibangun pada tahun 1957 oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno, istana yang dibangun dengan indah itu sendiri merupakan landmark penting pulau dan negara.

Seperti banyak pura di Bali, Tirta Empul buka tujuh hari seminggu. Jam buka candi adalah antara pukul 9.00 hingga 17.00. Kecuali pada hari raya Nyepi (Keheningan di Bali), di mana semuanya harus berhenti.

Harga Tiket Masuk Pura Tirta Empul

Untuk memasuki objek wisata pura tirta empul anda perlu membayar biaya masuk dan Juga, akan lebih baik untuk mengenakan sarung, sarung dan syal tersedia gratis di loket tiket masuk.

Harga Tiket Masuk Pura Tirta Empul Tampak Siring Bali

Aturan Berkunjung Ke Pura Tirta Empul Tampak Siring

Ada beberapa aturan lain yang harus Anda ketahui saat memasuki area pura Hindu, terutama di bagian dalam pura.

  • Jangan menginjakkan kaki di tempat ibadah.
  • Wanita yang sedang menstruasi tidak boleh memasuki area di dalam kuil.
  • Jangan meludahi area candi.
  • Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan.
  • Jangan berbicara kasar di area candi.

Harap membawa pakaian tambahan, handuk, sarung, selendang, dan kantong plastik jika ingin berendam di area pemandian di Pura Tirta Empul Tampak Siring.

Fasilitas Pengunjung

Sebagai destinasi wisata, kawasan Pura Tirta Empul menawarkan beberapa fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung dan umat Hindu yang ingin beribadah. Berikut beberapa fasilitas untuk pengunjung.

  • Area parkir kendaraan sangat luas.
  • Toilet dan ruang ganti tersedia.
  • Tersedia loker untuk menyimpan barang-barang Anda dengan biaya sewa loker sebesar Rp 10.000.
  • Di area luar candi, terdapat banyak toko yang menjual oleh-oleh, makanan, dan minuman.

Waktu Terbaik Mengunjungi Pura Tirta Empul

Bagi yang ingin berkunjung ke objek wisata tirta empul ini Waktu terbaik untuk mengunjungi pura Tirta Empul tergantung pada kriteria Anda.

Jika Anda ingin melihat banyak umat Hindu yang berdoa dan bersuci di kolam pemandian, ada baiknya Anda berkunjung saat bulan purnama, sekitar pukul 15:00.

Jika Anda ingin melihat lokasi candi yang tidak terlalu ramai, ada baiknya Anda berkunjung pada pagi hari sekitar pukul 08:00.

Harga Tiket Masuk Pura Tirta Empul Tampak Siring Bali

Sejarah Pura Tirta Empul Tampak Siring Bali

Pura Tirta Empul Ini adalah mitos yang dijelaskan dalam naskah Usana Bali yang mengatakan bahwa seorang raja Bali yang sombong bernama Maya Denawa tidak percaya pada Tuhan, dan menolak orang-orang untuk menyembah Tuhan.

Kemudian hukuman untuk raja datang. Prajurit Bhatara Indra datang untuk menyerang Maya Denawa dan menyingkirkannya dari tahta. Namun Maya Denawa menggunakan senjata kimia yang menyebabkan semua pendekar Bhatara Indra tewas diracun.

Melihat Bhatara Indra ini kemudian menanam tongkatnya ke bumi, dan menyemburkan air. Air ini digunakan untuk menyemprot prajurit yang mati, dan mereka hidup kembali. Sehingga sumber air ini sampai sekarang dipercaya sebagai sumber kehidupan dan kemakmuran.

Apalagi jika mata air ini kita kaitkan dengan sistem pengairan di sekitar wilayah tersebut, karena memberikan ratusan hektar sawah dari Tampaksiring hingga Pejeng. Prasasti tersebut menyebutkan pembangunan Pura Tirta Empul pada tahun 960 Masehi

ketika raja Chandrabhaya Singha Warmadewa memerintahkan ini yang sudah 1042 tahun yang lalu. Tampaknya tempat ini tidak menarik bagi raja kuno tetapi pada tahun 1954 presiden pertama Indonesia Soekarno telah membangun vila kepresidenannya tepat di sisi barat candi.

Awalnya merupakan tempat tinggal pejabat Belanda, kemudian digunakan oleh mantan Presiden Soekarno selama perjalanannya yang sering ke Bali. Villa ini telah membawa juga nama Tampaksiring dikenal dunia secara luas.

Pura yang hadir sebagai pura umum di Bali, tata letaknya dibagi menjadi 3 pelataran. Di halaman tengah dibangun dan halaman pertama dibangun:

  • Kolam dengan 13 air mancur, digunakan sebagai air suci untuk kremasi atau upacara kematian,
  • Kolam dengan 8 pancuran, digunakan sebagai air untuk pembersihan simbolik (penyucian spiritual), ketika seseorang sakit diyakini terinfeksi oleh kotoran immaterial.
  • Kolam dengan 5 air mancur untuk air suci digunakan orang dari luar datang untuk berdoa.

Di halaman pertama juga terdapat kolam untuk tempat pemandian umum. Total jumlah candi di Pura Tirta Empul saat ini adalah 30 nits, setelah kemudian ditambah oleh masyarakat setempat yang bertanggung jawab atas candi tersebut.

Upacara dilakukan setiap 210 hari, dan tanggal tetap dapat dibaca dalam kalender Bali. Ada patung batu tua yang diawetkan di halaman terakhir Pura Tirta Empul dalam bentuk kerbau.

Kondisi ukiran sudah rusak parah, sehingga tidak bisa diamati secara detail untuk memperbaiki jenisnya. Kerbau dalam jajaran agama Hindu dianggap sebagai tunggangan dewa Shiwa dan hewan ini disebut “Nandi”.

Nama “Tirta Empul” menandakan aliran air yang jernih yang digunakan sebagai air suci untuk berbagai upacara keagamaan. Pengunjung hanya diperbolehkan sampai halaman utama.

Dari sini, orang bisa menikmati kuil kembar dan gerbang terpisah, yang umum di sebagian besar kuil di Bali. Di dalam tempat suci bagian dalam, ada sejumlah kolam pemandian untuk umat Hindu.

Pura Tirta Empul termasuk gerbang split tradisional Bali bersama dengan tempat pemujaan untuk Siwa, Wisnu, Braham, Gunung Batur, dan Indra. Ada juga paviliun terbuka yang besar di halaman utama, berguna untuk bersantai di tempat teduh.

Namun daya tarik utama di Pura Tirta Empul adalah kolam persegi panjang yang diukir dari batu, diisi dengan koi dan diberi makan oleh mata air suci melalui 12 air mancur. Para penyembah pertama-tama membuat sesaji di pura, kemudian naik ke kolam utama untuk mandi dan berdoa.

Banyak yang mengumpulkan air suci dalam botol untuk dibawa pulang. Di dekatnya ada dua kolam kecil yang dialiri oleh mata air.

Pura Tirta Empul terletak di desa Tampak Siring, dapat diakses dengan transportasi umum dari Ubud. Suvenir berdiri di luar kuil mengkhususkan diri dalam kerajinan lokal, perhiasan tulang berukir.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.