Beranda » Harga Tiket » Harga Tiket Masuk Pura Taman Ayun Mengwi Bali 2022
Harga Tiket Masuk Pura Taman Ayun Mengwi Bali

ura Taman Ayun Mengwi Bali

Tempat wisata Taman Ayun adalah merupakan pura Ibu (Paibon) bagi Kerajaan Mengwi, Bali. Taman Ayun dalam bahasa Bali, bermakna taman yang cantik. Pura Taman Ayun memiliki pemandangan yang indah.

Pesonanya berasal dari kolam yang mengelilingi kompleks bangunan pura, yang berada di atas lahan seluas 4 hektare. Dari kejauhan kolam tersebut terlihat seperti gelang air, sehingga seolah-olah bangunan pura berada di atas permukaan air.

Harga Tiket Masuk Pura Taman Ayun Mengwi

Untuk harga tiket masuk pura Taman Ayun diperbedakan sesuai asal negara seperti pengunjung dari Indonesia dengan wisatawan mancanegara, Anda bisa menyimak harga tiket masuk pura Taman Ayun di bawah ini

KategoriHarga Tiket
DomestikRp. 15.000
AsingRp. 50.000
Parkir MotorRp. 2000
Parkir MobilRp. 5000
Parkir BusRp. 10.000

Lokasi Taman Ayun

Pura Taman Ayun terletak di desa Mengwi, Kabupaten Badung, sekitar 18 km sebelah barat kota Denpasar. Ini adalah pura yang sangat indah

Sesuai dengan namanya: Taman berarti taman, dan Ayun artinya: indah, jadi Taman Ayun adalah pura yang indah dengan taman yang indah.

Selain keindahannya, Pura Taman Ayun juga dianggap bersejarah, yang berarti pada tahun 2002 pemerintah daerah Bali menunjukkan kepada UNESCO bahwa pura tersebut terdaftar sebagai warisan dunia.

Harga Tiket Masuk Pura Taman Ayun Mengwi Bali

Sekilas Tentang Taman Ayun

Pura Taman Ayun adalah Pura Induk (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Dibangun pada tahun Jawa 1556 (1634 M) oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu.

Awalnya, I Gusti Agung Putu membangun pura untuk memuja leluhurnya di utara desa Mengwi. Kuil itu disebut Taman Genter.

Ketika Mengwi menjadi kerajaan besar, I Gusti Agung Putu memindahkan Taman Genter ke timur dan memperluas kompleksnya. Pura yang diperbesar secara resmi dinyatakan sebagai Pura Taman Ayun.

Festival candi diadakan pada bulan keempat tahun Jawa tahun 1556 pada hari Selasa Kliwon-Medangsia. Hingga saat ini, setiap Selasa Kliwon Wuku Medangsia dalam Kalender Jawa (Saka) diadakan di pura ini dalam rangka hari jadi pura.

Pura Taman Ayun telah dipugar dengan beberapa cara. Pada tahun 1937, restorasi besar-besaran dilakukan. Pada tahun 1949 Kori Agung (ruangan besar), candi Bentar, dipugar.

Wantilan besar juga dibangun pada saat itu. Pemugaran ketiga dilakukan pada tahun 1972, dan pemugaran selesai pada tahun 1976.

Kompleks Pura Taman Ayun memiliki panjang 100 meter dan lebar 250 meter. Kompleks ini terdiri dari halaman luar dan tiga halaman dalam. Pelataran bagian dalam, menghadap pagar batu, memiliki ketinggian yang berbeda dan yang paling dalam adalah yang tertinggi.

Di sisi luar kolam adalah pelataran luar Pura Taman Ayun, juga dikenal sebagai Jaba. Sebuah jembatan di atas kolam menghubungkan halaman luar ke halaman dalam.

Di ujung jembatan, di sisi dalam pelataran, terdapat gapura bentar yang diikuti dengan jalan setapak menuju pelataran dalam. Di setiap ujung jembatan ada dua patung raksasa.

Ada semacam pos jaga kecil di sisi kiri jalan Taman Ayun, dekat gerbang. Ada Wantilan di pelataran dalam pertama (sejenis aula) di mana biasanya diadakan beberapa upacara, termasuk upacara sabung ayam dengan upacara pemotongan darah kepada roh jahat, yang juga termasuk upacara ritual di pura.

Ada jalan setapak melintasi halaman dalam pertama dan membaginya menjadi dua bagian dan menghubungkan halaman dalam pertama dengan halaman dalam kedua. Di sebelah barat daya terdapat gazebo bundar, tempat Anda dapat bersantai dan menikmati keindahan candi.

Di sebelah gazebo ada kolam yang ditumbuhi bunga lili air. Ada sebuah tiang kecil tepat di tengah kolam yang memercikkan air ke sembilan arah yang berbeda. Di sebelah timur terdapat gugusan candi, yang disebut candi Luhuring Purnama.

Di ujung jalan Pura Taman Ayun terdapat gapura yang membagi halaman dalam pertama menjadi dua. Gerbang mengarah ke pelataran dalam kedua yang terletak di tempat yang lebih tinggi dari yang pertama.

 Di sisi lain gapura terdapat bangunan yang berfungsi sebagai sekat pada pelataran dalam kedua. Sekat Pura Taman Ayun dihiasi dengan pahatan relief yang menggambarkan sembilan dewa penjaga kompas.

Di sebelah timur adalah sebuah candi kecil yang disebut candi Dalem Bekak. Ada Bale Kulkul di sudut barat dengan atapnya yang menjulang tinggi.

Pelataran dalam ketiga, juga pelataran tertinggi dan terdalam, adalah area paling suci. Pintu utama yang dikenal dengan nama pintu gelung ini terletak tepat di tengah dan terbuka hanya pada saat upacara.

Gerbang utama Pura Taman Ayun diapit oleh gapura yang memudahkan masyarakat mengakses halaman untuk melakukan rutinitas sehari-hari di Pura Taman Ayun.

Keindahan bagian dalam candi ini akan dinikmati oleh pengunjung sepanjang perjalanan dengan beberapa spot foto yang bagus.

Keindahan Pura Taman Ayun

Nilai sejarah dan unsur magis yang terdapat di Pura Taman Ayun ini cukup tinggi. Oleh karena itu, Anda harus menjaga sikap dengan baik. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat berkunjung ke sini.

Lokasi wisata taman ayun ini berdiri di atas tanah dengan luasnya mencapai 100 x 250 meter persegi. Bila anda masuk kedalam, kawasan ini akan menjadi dua bagian yaitu pelataran dalam dan pelataran luar.

Keduanya cukup dipisahkan oleh sebuah kolam yang menarik untuk dinikmati dengan ikan-ikan yang banyak.

Di pelataran di dalamnya sendiri kita akan menemukan 3 pelataran lagi yang difungsikan sebagai tempat peristirahatan

Dari sini anda bisa melihat bagaimana arsitektur dan desain dari Pura ini begitu megah dan mengagumkan. Disinilah kebanyakan para wisatawan mengambil tempat untuk foto dan mengambil gambar.

Di pelataran kedua, terletak lebih tinggi dengan 9 patung penjaga yang ditempatkan di penjuru mata angin. Menurut kepercayaan warga hindu, patung ini merupakan sebuah simbol dari Dewata Nawa Sanga.

Pelataran ketiga yang letaknya juga lebih tinggi biasanya digunakan untuk upacara keagamaan. Ada pula candi yang digunakan sebagai tempat peribadatan umat hindu disana. Disini anda akan disuguhkan dengan susunan meru atau sebuah pagoda yang atapnya disusun bertingkat.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.